Pentingnya Nada Bicara, Artikulasi, dan Gestur yang Tepat dalam Komunikasi : Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan Audiens (Komunikan)

 



Tentang Komunikasi

Komunikasi merupakan proses interaksi dan pertukaran sebuah informasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, maupun secara berkelompok. Komunikasi bukan hanya soal mengucapkan atau menyampaikan sebuah kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana kata-kata tersebut dapat menjadi sebuah informasi dan dapat tersampaikan dengan baik. Komunikasi akan berhasil apabila sebuah pesan atau informasi dari komunikator (penyampai informasi) dapat diterima, dimengerti, dan dipahami oleh komunikan (penerima informasi). Efektivitas sebuah komunikasi dapat dilihat dari adanya feedback (respon dan umpan balik) dari si komunikan (penerima informasi). Apabila respon komunikan sudah sesuai dengan keinginan komunikator, maka dapat dikatakan jika komunikasi tersebut berhasil.

Untuk mencapai keefektivitasan sebuah proses komunikasi, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut bisa berupa bahasa yang digunakan, media yang dipilih secara tepat, dan metode dalam penyampaian sebuah pesan atau informasi. Namun tidak hanya itu, seorang komunikator juga perlu memperhatikan kejelasan dalam pengucapan kata agar tidak terjadi kesalahan dalam pengartian. Kata yang tidak jelas dan terkesan ambigu, akan menimbulkan noise atau gangguan dalam proses komunikasi. Gerak tubuh ketika komunikasi berlangsung juga akan memberikan pengaruh terhadap penangkapan makna sebuah pesan yang disampaikan.

Maka dari itu, seorang komunikator (pembicara) selain memperhatikan tentang bahasa, media, dan metode tepat yang akan digunakan, juga harus memperhatikan tentang nada bicara, artikulasi, dan gestur yang dipakai ketika sedang berkomunikasi. Ketiga hal tersebut menjadi penting karena akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dari komunikan (audiens) kepada komunikatornya (pembicaranya).


Pengertian Nada Bicara, Artikulasi, dan Gestur (Bahasa Tubuh)

1.  Nada Bicara

    Nada bicara atau sering disebut dengan intonasi, adalah variasi tinggi rendah suara yang digunakan saat berbicara. Pengaturan nada yang tepat membuat komunikasi menjadi hidup dan menarik, sekaligus membantu pendengar memahami maksud dan emosi di balik kata-kata. Nada bicara yang monoton atau tidak sesuai dapat membuat pesan terdengar membosankan atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Sebaliknya, nada yang variatif dan disesuaikan dengan konteks pembicaraan dapat meningkatkan kenyamanan dan keterlibatan pendengar, sehingga memperkuat kepercayaan mereka terhadap pembicara.

2.   Artikulasi

    Artikulasi adalah cara pengucapan kata-kata dengan jelas. Artikulasi yang baik memastikan setiap kata terdengar jelas dan mudah dipahami, sehingga dapat menghindari kesalahpahaman. Selain itu, artikulasi yang jelas meningkatkan kepercayaan diri pembicara dan membangun kredibilitas di mata audiens. Pembicara yang mampu menerapkan artikulasi dengan baik, cenderung dianggap lebih profesional dan dapat dipercaya, karena pesan yang disampaikan terasa lebih terstruktur, sistematis, akurat, dan meyakinkan.

3.   Gestur (Bahasa Tubuh)

    Gestur merupakan elemen komunikasi yang berupa bahasa tubuh seperti gerakan tangan, ekspresi wajah, dan postur tubuh yang berguna untuk menekankan poin-poin penting dalam komunikasi. Gestur yang natural dan selaras dengan pesan dapat membuat penyampaian informasi menjadi lebih hidup dan mudah dimengerti. Gestur juga membantu menciptakan ikatan emosional dengan audiens, misalnya melalui kontak mata yang menunjukkan rasa percaya diri dan keterhubungan. Sebaliknya, gestur yang berlebihan, kaku, atau tidak relevan bisa mengganggu fokus audiens dan menurunkan tingkat kepercayaan mereka terhadap komunikator ataupun pesan yang disampaikan.

 

Hubungan Nada Bicara, Artikulasi, dan Gestur (Bahasa Tubuh) dengan Kepercayaan Audiens (Komunikan)

1.   Nada Bicara

a. Fungsi    : nada bicara yang variatif membuat pesan lebih hidup dan menarik, sehingga audiens dapat lebih fokus dan percaya pada pembicara.

b. Pengaruh  : nada yang tegas, jelas, dan penuh percaya diri menunjukkan bahwa pembicara benar-benar menguasai materi dan yakin dengan apa yang disampaikan, sehingga audiens akan lebih merasa yakin dan percaya. Sebaliknya, apabila nada yang digunakan datar dan monoton, maka audiens akan merasa bosan dan meragukan kredibilitas pembicara, sehingga akan terkesan menyepelekan apa yang disampaikan oleh pembicara.

2.   Artikulasi

a. Fungsi   : artikulasi yang jelas dan tepat membuat pesan akan lebih mudah dipahami oleh audiens tanpa kebingungan.

b. Pengaruh : pengucapan yang jelas dan tanpa gumaman meningkatkan kredibilitas pembicara karena audiens merasa pembicara professional dan serius. Sebaliknya, artikulasi yang buruk dan belibet membuat pesan tidak tersampaikan dengan baik dan menurunkan kepercayaan audiens. Hal ini akan membuat audiens meragukan kesiapan pembicara dan meragukan kebenaran informasi yang disampaikan.

3.   Gestur (Bahasa Tubuh)

a. Fungsi    : gestur yang tepat mendukung komunikasi verbal dengan mengekspresikan emosi dan memperkuat pesan yang disampaikan.

b. Pengaruh : gestur yang terbuka, seperti menjaga kontak mata, gerakan tangan yang natural dan tidak berlebihan, serta postur tubuh yang tegak, akan memberikan kesan percaya diri, profesional dan kesiapan dari pembicara. Sehingga audiens akan merasa lebih percaya dan nyaman dengan gaya penyampaian dari pembicara. Apa yang disampaikan oleh pembicara akan lebih mudah diterima dan dipercaya oleh para audiens.


    Untuk menjadi komunikator (pembicara) yang profesional dalam konteks public speaking, perlu latihan dan jam terbang tinggi untuk meningkatkan skill dalam berkomunikasi. Untuk menjadi seorang komunikator yang baik, perlu adanya pemahaman tentang teknik komunikasi yang tepat dan efektif. Seperti mengatur nada bicara, artikulasi, dan gestur yang sesuai dengan konteks serta topik percakapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Gestur dalam Komunikasi